Negara Republik Indonesia
merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari budaya,
SDA, SDM, fauna, safana dan masih banyak lagi. Indonesia adalah surganya dunia,
bagaimana tidak? Dengan 1.430 suku di Indonesia yang mencapai 41% total
populasi di dunia, lebih dari 742 bahasa daerah, banyaknya hewan dan tumbuhan
di alam, laut yang terbentang luas hingga 12 mil, membuat indonesia layak
dijuluki surga dunia.
Namun,
banyak yang tidak diketahui oleh banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui
kondisi – kondisi daerah terpencil di Indonesia seperti di Distrik Merdey yang
terletak di Teluk Bintuni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Kondisi di Distrik
Merdey terbilang cukup parah salah satu contohnya adalah akses jalan
transportasi darat yang harus melewati jalan berlumpur dan licin.
Jalan Menuju Distrik Merdey Yang Rusak Parah
Jalanan seperti ini hanya bisa
dilalui oleh jenis kendaraan double gardan, seperti mobil Hilux, Strada dan lainnya. Untuk
mencapai Merdey kita pun harus melalui beberapa distrik, yaitu Distrik Tuhiba,
Tembuni dan Mayado. Selain itu kita dihadapkan dengan kondisi hutan
primer dengan tekstur jalan tanah liat berlempung. Kondisi jalan rusak parah
sudah menjadi pemandangan yang lazim selama perjalanan sepanjang puluhan
kilometer.
Kondisi
jalan yang terjal dan licin sering menghambat laju perjalanan. Bahkan tak
jarang kendaraan yang ditumpangi harus berhenti saat berada di jalan yang
rusak, sehingga harus dibantu dengan beberapa orang. Bahkan mobil yang kami
tumpangi harus dibantu dengan kawat seling dan tali yang diikatkan ke pohon dan
ditarik dengan alat yang terdapat pada mobil atau dikenal dengan sebutan wings. Alhasil secara perlahan mobil pun dapat keluar
dari kubangan lumpur yang kedalamannya mencapai setengah meter. Kondisi transportasi yang sulit inilah yang
menyebabkan biaya hidup di daerah ini sangat tinggi. Padahal sebagian besar
masyarakat disini menggantungkan hidupnya dari bertani, berkebun dan pekerjaan
kasar lainnya.
Disini saya Galuh Dika Fauzi sebagai
Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil dari Universitas Gunadarma ingin menyampaikan
apresiasi saya untuk membangun jalur transportasi darat menuju Distrik Merdey
yang terbilang cukup parah dan menyulitkan para pengguna jalan. Selanjutnya saya
berencana ingin membuat jalan tersebut menjadi layak pakai sehingga para
pengguna jalan tidak kesulitan lagi.
Rencana saya membangun jalur
transportasi darat ini dengan
menggunakan konstruksi jalan beton. Perkerasan jalan beton semen atau secara umum
disebut perkerasan kaku, terdiri atas plat (slab) beton semen sebagai lapis
pondasi dan lapis pondasi bawah (bisa juga tidak ada) di atas tanah dasar.
Dalam konstruksi perkerasan kaku, plat beton sering disebut sebagai lapis
pondasi karena dimungkinkan masih adanya lapisan aspal beton di atasnya yang
berfungsi sebagai lapis permukaan. Perkerasan beton yang kaku dan memiliki
modulus elastisitas yang tinggi, akan mendistribusikan beban ke bidang tanah
dasar yang cukup luas sehingga bagian terbesar dari kapasitas struktur
perkerasan diperoleh dari plat beton sendiri. Hal ini berbeda dengan perkerasan
lentur dimana kekuatan perkerasan diperoleh dari tebal lapis pondasi bawah,
lapis pondasi dan lapis permukaan. Untuk
perkerasan beton umumnya dibuat dengan tebal minimal 20 cm menggunakan beton
bermutu tinggi (minimal beton K-300) agar tahan aus terhadap roda lalu lintas,
memiliki ketahanan yang baik terhadap pelapukan akibat cuaca, serta tidak
memerlukan pemeliharaan yang terlalu sering. Contohnya adalah seperti
Jalan Beton yang terletak di Purwodadi, Surakarta.
Untuk masalah dana, saya akan
membuat proposal ke pemerintah Kabupaten Manokwari dan Pemerintah Pusat. Hal itu
bertujuan agar proyek yang saya jalankan
akan terlihat lebih baik dan saya pun akan bersemangat apabila dana dan
tim yang saya kumpulkan telah terpenuhi. Saya sebagai Maha Siswa Teknik Sipil
Universitas Gunadarma akan merasa bangga karena kerja keras saya.


Komentar
Posting Komentar