Langsung ke konten utama

SEMINAR DAN WORKSHOP

TUGAS MEMBUAT LAPORAN SEMINAR YANG SAYA IKUTI
        Seminar adalah suatu pertemuan atau persidanganuntuk membahas suatu masalah diawah pimpinan ketua sidang. Pertemuan atau persidangan dalam seminar biasanya menampilkan satu atau beberapa pembcara dengan makalah atau kertas kerja masing-masing. Seminar biasanya diadakan untuk membahas suatu masalah secara ilmiah.


          Pembahasan dalam seminar berpangkal pada makalah atau kertas yang telah disusunsebelumnya oleh beberapa pembicara sesuaidengan pokok-pokok bahasan yg diminta oleh paitia peyelenggara. Pokok bahasan yang telah ditentukan akan dibahas oleh pembicara secara teoritis dan dibagi beberpa subpokok bilah bahasan masalahnya terlalu luas. Disini terdapat pula moderator yang bertugas memandu jalannya acara dan mencatat pokok-pokok pembicaraan. Pada awal seminar, dapat dibuka dengan suatu pandangan umum oleh moderator sehingga tujuan seminar terarah. Peserta mendengarkan pokok pembicaraan yang disampaikanoleh pembicara, bahasan dalam seminar membutuhkan waktu yang lama karena sifatnya yang ilmiah. Apabila pembicara tidak dapat mengendalikan diri, maka waktu banyak dipergunakan untuk pembahasan yang kurang penting.setelah pembicara memaparkan permasalahan dapat membuka sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator.setelah semua pertanyaan dari peserta telah terjawab oleh pembicara, maka moderator menyimpulkan permasalahan tersebut dan menutup seminar dengan permasalahan yang berhasil dipecahkan. Berikut adalah sejumlah seminar yang telah saya ikuti.

Berikut adalah sejumlah seminar yang telah saya ikuti.
1)    SEMINAR “Peace Journalism and Conflict Resolution in Media” DI UNIVERSITAS PANCASILA
Seminar yang pertama saya ikuti adalah seminar "Peace Journalism and Conflict Resolution" yang diadakan di Universitas Pancasila pada 17 April 2017 dalam rangka memeriahkan tahn ke-10 FIKOM UP
seminar ini di isi oleh:
Seminar yang pertama saya ikuti adalah seminar "Peace Journalism and Conflict Resolution" yang diadakan di Universitas Pancasila pada 17 April 2017 dalam rangka memeriahkan tahn ke-10 FIKOM UP
1. Ir.Chand Parwez (Ketum Badan Perfilman Indonesia)
2. Rako Prijianto (Sutradara Film Ungu Violet(2005),Sang Kyai(2012) )
3. Ferry Ardiansyah (Aktor,Sutradara Iklan,Prensenter)
4. Moderator: Riza Darma Putra,M.I.Kom.(Dosen Fikom UP)

Isi dari seminar yg saya dengar antara lain:
a. Perfilman Indonesia masih kalah saing dengan industry perfilman yg ada di Thailand dan                     Malaysia.
b. Fencapaian penonton perfilman Indonesia masih jauh dari target yg diinginkan.
c. Film karya Raditya Dika yg berjudul “SINGLE” menjadi terlaris di bioskop Indonesia
d. Masalah efek animasi di film Indonesia.





Foto bersama rekan 1TA04 di stand foto


Foto para pembicara dan moderator




Foto Sertifikat yang didapatkan


2) Seminar “Relasi Interpersonal yang Salah pada Generasi Muda” yang diadakn oleh Heroes of Education BEM FIKTI Universitas Gunadarma, Seminar ini berlangsung pada 27 April 2017 di Kampus D Universitas Gunadarma. Seminar ini diisi oleh beberapa tokoh yaitu:
1.      Septian Perdana Putra (Ketua Pelaksana Heroes)
2.      Bayu Syaits Dhin Anwar ( Ketua BEM FIKTI)
3.      Marliza Gnaefi Gumay,S.Kom,..MMSI (Wakil Dekan III FIKTI)
4.      Dona Eka Putri
5.      Ipda Nurul Kamila Wati
Selama seminar ada beberapa hal yang dapat saya pelajari diantarnya:
a)      Raharjo (2013), menyatakan bahwa penyebab seseorang melakukan seks diantaranya:
·         Harga diri, Seseorang merasa dirinya lebih redah dari orang lain
·         Pornografi
·         Hubungan dengan orang tua yang lenggang.
b)      Perilaku seks lebih beresiko pada pria daripada perempuan
c)      Terobosan Polresta Depok
·         Data kesehatan reproduksi di Indonesia
·         Angka kehamilan remaja di Indonesia
·         Bahaya khamilan remaja
·         Penyimpangan seksual
·         Pencegahan dan pemulihan penyimpangan seksual.
d)     Fungsi keluarga untuk mecegah penyimpangan seksual, diantaranya:
·         Sebagai srana berbagi ilmu, hubungan orang tua sangat penting ketimbang belajar disekolah, karena diantarakeduanya masih ada ikatan batin yang kuat.
·         Sebagai tempat berkeluh kesah, orang tua seharusnya menjadi wadah bagi anak-anak mereka untuk meluapkan isi hatinya dan perasaannya kepada orang tua.
·         Role Model/menir orang tuanya, orang tua sebagai cerminan perilaku seorang anak.
·         Pengalira kasih sayang.
e)      Akibat melakukan hubungan seksual
·         Merasabersalah
·         Stress
·         Insomnia
·         Depresi
·         Mengalami kondisi gangguan psikologis yang parah, bisa menyebabkan bunuh diri.

Berikut ini beberapa bukti bahwa saya telah mengikuti seminar ini:



Foto Ipda Nurul Kamila Wati Saat Menjadi Moderator



Foto Marliza Gnaefi Gumay,S.Kom,MMSI (Wakil Dekan III FIKTI)
Saat Menjadi Moderator


Sertifikat yang Saya Peroleh
3) Seminar “DAKWAH DENGAN PENA” yang diadakan oleh organisai muslim yaitu Muslim Youngsters pada 23 April 2017 di Masjid Jend. Sudirman. Seminar ini fdiisi oleh beberapa tokoh diantaranya:
1.      Ustadz Muhammad Setiawan
2.      Arif As-Saud. Penulis Buku “Aku, Kamu dan Jalan Dakwah Kita” dan “Dan Kau (Seharusnya) Tampil Mempesona”
3.      Selizar Effendy. Penulis Buku “My Hijrah My Adventure”
4.      Zulkifli Pohan Motivator IPB

Seminar ini sebenarnya banyak sekali ilmu agama yang ingin saya peroleh, namun saat acara berlangung saya dan rekan saya telat mengikuti acara tersebut namun pihak panitia mempersilahkan kami untuk tetap mengikuti seminar ini, sehingga ilmu yang diperoleh hanya sedikit.

Berikut beberapa bukti bahwa saya telah mengikuti seminar ini:
 
Foto Pembicara dan Moderator



Foto Bersama Rekan



Sertifikat yang saya peroleh.



Sekian dan terimakasih :)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peranan Budaya Hindu-Budha, Islam dan Moderen di Indonesia

Peranan Budaya Hindu-Budha, Islam dan Moderen di Indonesia 1.Hindu-Budha Teori Masuk dan Berkembangnya Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia  Letak geografis kepulauan Indonesia telah menjadikan kepulauan Indonesia sebagai jalur perdagangan Internasional. Kepulauan Indonesia menjadi daerah transit ( pemberhentian ) sebelum  melanjutkan ke kedua bagian negara tersebut. Orang-orang Indonesia ternyata ikut aktif juga dalam perdagangan tersebut sehingga terjadilah kontak hubungan di antara keduanya (Indonesia - India dan Indonesia -Cina ). Hubungan itu akhirnya memberikan pengaruh terhadap perkembangan masyarakat Indonesia selanjutnya.   Menurut   sejarawan Van Lew dan Wotters,   hubungan dagangan antara Indonesia dan India lebih  dahulu berkembang dari pada hubungan dagang antara Indonesia dan Cina. Namun, sumber sejarah untuk mengungkapkannya sangat terbatas, yaitu melalui kitab-kitab sastra dan sumber-sumber dari barat. Berdasarkan hal ter...

TAMAN DI KOTA DEPOK